
YouTube Perketat Kontrol Orang Tua Bisa Blokir Shorts Untuk Anak
YouTube Memperkuat Fitur Kontrol Orang Tua Dengan Membatasi Atau Bahkan Memblokir Akses Anak Terhadap Video Shorts. Format video pendek yang sangat populer namun dinilai mudah membuat pengguna, termasuk anak‑anak, terjebak dalam kebiasaan scrolling tanpa henti.
Langkah ini merupakan bagian dari pembaruan pada sistem Supervised Accounts atau akun yang di awasi. Yang di rancang untuk memberikan kontrol lebih besar bagi orang tua terhadap pengalaman menonton anak di platform berbagi video ini. YouTube menyebut fitur ini sebagai respons terhadap meningkatnya kekhawatiran global soal konsumsi konten digital oleh anak dan remaja.
Salah satu fitur utama dari pembaruan ini adalah opsi untuk membatasi waktu menonton Shorts secara harian. Orang tua dapat mengatur durasi tertentu mulai dari beberapa menit hingga satu jam per hari yang anak di perbolehkan menonton video pendek tersebut. Bahkan, tersedia opsi untuk mengatur waktu tontonan menjadi nol menit. Yang berarti anak tidak dapat mengakses YouTube Shorts sama sekali dalam sehari.
Youtube Juga Memperluas Fitur Pengingat “Bedtime” (Waktu Tidur) Dan “Take A Break” (Istirahat)
Penawaran kontrol ini mencerminkan usaha YouTube memberi orang tua alat yang lebih efektif untuk mengatur konsumsi konten anak, sehingga mereka tidak terjebak pada pola menonton video pendek yang adiktif. Sejumlah pengamat menyebut tren “doomscrolling” atau kecenderungan menonton tanpa henti kini menjadi salah satu tantangan terbesar dalam kesehatan digital anak.
Selain kontrol waktu, Youtube Juga Memperluas Fitur Pengingat “Bedtime” (Waktu Tidur) Dan “Take A Break” (Istirahat) yang sebelumnya sudah ada, agar orang tua dapat mengatur pengingat ini secara kustom sesuai kebutuhan anak mereka. Fitur tersebut membantu mengingatkan anak untuk berhenti menonton sebelum waktu layar mereka terlalu panjang atau mendekati waktu tidur.
YouTube sendiri menyatakan pembaruan ini tidak hanya soal pembatasan. Menurut Vice President Product Management YouTube, Jennifer Flannery O’Connor, perusahaan tengah membangun pengalaman yang lebih terarah dan ramah usia untuk anak dan remaja, dengan rekomendasi konten yang lebih sesuai usia dan bermutu.
“Ini adalah fitur pertama di industri yang memberi orang tua kendali penuh atas berapa banyak konten video pendek yang anak mereka tonton,” tulis O’Connor dalam blog resmi YouTube. Ia menambahkan bahwa orang tua juga dapat menyesuaikan batas waktu ini sesuai konteks. Misalnya membatasi akses ketika anak seharusnya fokus pada pelajaran.
Langkah Ini Sejalan Dengan Tren Global
Pembaruan ini juga akan mencakup proses pembuatan akun yang di sederhanakan, khususnya untuk akun anak atau remaja. Sehingga orang tua lebih mudah memastikan bahwa setiap anggota keluarga mendapatkan pengalaman menonton yang tepat sesuai usia. Akun yang di awasi kini bisa di kelola dengan lebih mudah dari aplikasi seluler.
Langkah Ini Sejalan Dengan Tren Global di mana platform digital memperketat kontrol parental. Demi menghadapi regulasi dan kritik soal dampak negatif media sosial terhadap perkembangan anak. Sebuah laporan sejumlah negara menunjukkan bahwa banyak orang tua merasa sulit mengatur waktu dan jenis konten. Yang di konsumsi anak melalui platform video pendek yang di rancang untuk menarik perhatian pengguna dengan cepat.
Fitur Pembatasan Waktu Untuk Shorts Sendiri Sudah Mulai Di Uji Coba Secara Bertahap
Fitur Pembatasan Waktu Untuk Shorts Sendiri Sudah Mulai Di Uji Coba Secara Bertahap, dan kabarnya akan di tingkatkan lagi dengan opsi bagi orang tua untuk menetapkan batas waktu secara permanen atau harian dalam waktu dekat. Selain itu, tools ini dibuat agar anak tidak dapat mengubah atau menonaktifkan batasan yang sudah ditetapkan oleh orang tua.
Para ahli kesehatan digital menyambut kabar ini sebagai upaya yang positif. Mereka menilai fitur ini membantu membangun kedisiplinan digital anak, serta melatih anak untuk memiliki kebiasaan menonton yang sehat dan terukur, bukan sekadar terjebak dalam pola konsumsi konten tanpa batas.