Genangan Masih Tinggi, 240 Rumah Di Tangsel Terdampak Banjir

Genangan Masih Tinggi, 240 Rumah Di Tangsel Terdampak Banjir

Genangan Masih Tinggi, 240 Rumah Di Tangsel Terdampak Banjir Parah Yang Membuat Sebagian Masyarakat Mengungsi. Halo semuanya! Ada kabar duka dari saudara-saudara kita di Tangerang Selatan (Tangsel). Setelah di guyur hujan deras selama beberapa hari, ratusan rumah di wilayah tersebut harus terendam banjir. Dan sampai saat ini, genangan air masih cukup tinggi. Tentu membuat aktivitas warga lumpuh total. Setidaknya 240 rumah di kabarkan terdampak parah. Kemudian yang memaksa banyak keluarga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Serta kondisi ini tentu sangat memprihatinkan. Apalagi bagi mereka yang harus meninggalkan harta benda dan rumahnya yang terendam. Namun tantangan di lapangan masih sangat besar. Mari kita doakan agar Genangan Masih Tinggi ini segera surut. Kemudian para korban terdampak bisa kembali beraktivitas normal. Semoga bantuan yang di butuhkan bisa segera sampai ke tangan mereka yang membutuhkan.

Mengenai ulasan tentang Genangan Masih Tinggi, 240 rumah di Tansel terdampak banjir telah di kutip sebelumnya oleh kompas.com.

Jumlah Rumah Terdampak

Hal ini yang sebenarnya merujuk pada jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak. Namun bukan semata-mata jumlah bangunan rumah secara fisik. Dan angka 240 tersebut di ambil dari laporan lapangan di Perumahan Taman Mangu, Kelurahan Jurangmangu Barat, Kecamatan Pondok Aren. Terlebih yang menjadi salah satu titik banjir terparah di Tangerang Selatan. Di lokasi ini, air sempat mencapai ketinggian 30–90 cm. Sehingga mengganggu aktivitas warga dan memaksa sebagian untuk mengungsi. Dalam konteks laporan kebencanaan. Kemudian juga instansi seperti BPBD biasanya menghitung jumlah korban terdampak berdasarkan KK. Karena lebih mudah memetakan distribusi bantuan dan logistik. Namun, di media, istilah “KK” kerap d iganti menjadi “rumah” dalam judul atau narasi. Jadi memunculkan kesan seolah yang dimaksud adalah unit bangunan. Perbedaan angka di berbagai pemberitaan juga disebabkan oleh cakupan wilayah yang berbeda. Kemudian menghitung satu perumahan.

Genangan Air Masih Tinggi, 240 Rumah Di Tangsel Terdampak Banjir Parah

Kemudian juga masih membahas Genangan Air Masih Tinggi, 240 Rumah Di Tangsel Terdampak Banjir Parah. Dan fakta lainnya adalah:

Titik-Titik Banjir Lainnya Di Tangsel

Selain di Perumahan Taman Mangu, Jurangmangu Barat, yang menjadi sorotan dengan 240 KK terdampak. Dan banjir di Tangerang Selatan saat itu juga melanda banyak titik lain yang tersebar di beberapa kecamatan. Tentu hal ini yang berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel dan laporan media lokal. Serta yang tercatat sedikitnya 22 titik genangan dan 1 lokasi longsor. Kondisi genangan bervariasi, mulai dari setinggi 15 cm yang hanya mengganggu akses jalan. Terlebih hingga 140 cm yang masuk ke rumah warga dan memaksa mereka mengungsi. Dan juga dengan titik-titik terparah selain Taman Mangu di antaranya Perumahan Pondok Maharta RW 09 dan RW 10 di Kecamatan Pondok Aren dengan ketinggian air sekitar 140 cm. Serta yang berdampak pada sekitar 200 KK. Dan Kavling Bulak RT 02/RW 02 di Pondok Kacang Timur dengan ketinggian air sekitar 120 cm.

Dan berdampak pada 50 KK. Beberapa wilayah lain seperti Paku Jaya, Pakulonan, Pondok Jagung, Jalan Raya Serpong. Lalu di Perumahan Griya Sutera juga di laporkan terendam dengan jumlah rumah terdampak mencapai ratusan unit. Setiap titik memiliki kondisi geografis dan sistem drainase yang berbeda. Sehingga waktu surutnya genangan tidak seragam. Dan ada yang surut dalam beberapa jam, namun ada pula yang masih tergenang hingga keesokan hari. Faktor pemicunya disebut dalam laporan meliputi curah hujan tinggi sejak malam sebelumnya, saluran air yang tersumbat, serta meluapnya drainase dan kali di sekitar pemukiman padat. Pemerintah setempat bersama relawan mengevakuasi warga di titik-titik dengan genangan tertinggi. Terutama lansia, anak-anak, dan ibu hamil. Kemudian juga menyalurkan bantuan makanan dan air bersih. Dengan sebaran titik yang luas ini, peristiwa banjir tersebut tidak hanya berdampak pada satu kawasan. Namun menjadi masalah lintas.

Dampak Hujan Deras: Banjir Landa Tangsel

Selain itu, masih membahas fakta mengenai Dampak Hujan Deras: Banjir Landa Tangsel. Dan fakta lainnya adalah:

Lokasi-Lokasi Terparah

Tentu lokasi yang tersebar di beberapa titik dengan ketinggian air yang signifikan. Dan juga dampak yang luas terhadap warga. Salah satu yang paling terdampak adalah Perumahan Pondok Maharta di RW 09 dan RW 10, Kecamatan Pondok Aren. Di wilayah ini, genangan air mencapai sekitar 140 cm, merendam rumah-rumah warga hingga setinggi dada orang dewasa. Sekitar 200 kepala keluarga terdampak langsung. Terlebih yang sedikitnya 24 jiwa harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Tentu lokasi terparah berikutnya adalah Kavling Bulak di RT 02/RW 02, Pondok Kacang Timur. Karena dengan tinggi muka air di kawasan ini mencapai 120 cm. Serta yang membuat aktivitas warga lumpuh. Dan memaksa evakuasi sekitar 32 jiwa dari 50 kepala keluarga yang terdampak. Banyak rumah terendam hingga ruang tamu. Sementara akses jalan keluar masuk kawasan hampir tidak bisa di lalui kendaraan roda dua maupun empat.

Selain itu, Perumahan Taman Mangu di Kelurahan Jurangmangu Barat, Pondok Aren. Terlebih yang juga masuk kategori parah dengan ketinggian air sekitar 90 cm. Karena genangan ini mempengaruhi sekitar 240 kepala keluarga. Tentunya di mana 26 jiwa di antaranya mengungsi. Kawasan ini rawan tergenang karena posisinya yang lebih rendah. Jika di bandingkan jalan utama serta drainase yang terbatas. Sehingga air sulit mengalir cepat saat hujan deras berlangsung lama. Ketiga lokasi tersebut menonjol bukan hanya karena ketinggian air yang besar. Akan tetapi juga karena kepadatan penduduk dan lamanya genangan bertahan. Di beberapa titik, air baru mulai surut secara signifikan setelah lebih dari 12 jam. Yerutama di kawasan Pondok Maharta dan Kavling Bulak. Faktor-faktor seperti curah hujan ekstrem, aliran air dari wilayah hulu. Dan kapasitas saluran yang tidak memadai menjadi kombinasi yang membuat daerah-daerah ini mengalami dampak terparah. Jika di bandingkan dengan titik banjir lainnya.

Dampak Hujan Deras: Banjir Landa Tangsel Dan Aktivitas Warga Lumpuh

Selanjutnya juga masih membahas Dampak Hujan Deras: Banjir Landa Tangsel Dan Aktivitas Warga Lumpuh. Dan fakta lainnya adalah:

Wilayah Lain Terendam Banjir

Selain titik-titik banjir terparah seperti Pondok Maharta, Kavling Bulak, dan Taman Mangu. Tentu peristiwa banjir di Tangerang Selatan tersebut juga merendam sejumlah wilayah lain. Karena yang tersebar di berbagai kelurahan dan kecamatan. Berdasarkan laporan BPBD Tangsel dan pantauan media lokal. Kemudian dengan beberapa wilayah yang ikut terdampak antara lain Kelurahan Paku Jaya, Pakulonan, Pondok Jagung, Jalan Raya Serpong. Dan Perumahan Griya Sutera. Di lokasi-lokasi ini, ketinggian air bervariasi mulai dari sekitar 15 cm yang mengganggu lalu lintas. Terlebih hingga lebih dari 50 cm yang masuk ke pekarangan atau ruang rumah warga. Di Kelurahan Paku Jaya dan Pakulonan, banjir terjadi di area pemukiman padat dan jalan-jalan utama.

Dan mengganggu akses warga dan membuat kendaraan sulit melintas. Kawasan Pondok Jagung juga mengalami genangan cukup tinggi di beberapa titik. Terutama di wilayah yang berdekatan dengan aliran kali kecil yang meluap. Sementara itu, di Jalan Raya Serpong, banjir menyebabkan kemacetan panjang. Karena jalur utama ini menghubungkan banyak kawasan perumahan dan pusat perdagangan. Perumahan Griya Sutera juga di laporkan terdampak dengan puluhan rumah terendam. Di kawasan ini, genangan lebih banyak di sebabkan oleh kombinasi curah hujan tinggi. Dan sistem drainase perumahan yang tidak mampu mengalirkan air dengan cepat. Secara keseluruhan, wilayah-wilayah ini tidak selalu mengalami genangan setinggi titik banjir terparah. Akan tetapi jumlah rumah terdampak secara akumulatif cukup besar.

Jadi itu dia beberapa fakta mengenai 240 rumah di Tangsel terdampak banjir dan Genangan Masih Tinggi.