
Duka Tasikmalaya: Anak Tewas, Ibu & Adik Jadi Korban Longsor
Duka Tasikmalaya: Anak Tewas, Ibu & Adik Jadi Korban Longsor Yang Saat Ini Sedang Menimpah Sebagian Wilayah Mereka. Halo para pembaca. Pagi yang cerah di sana seketika berubah menjadi duka yang mendalam. Terlebih dengan bencana alam kembali menunjukkan kekuatannya. Dan kali ini menimpa sebuah keluarga dengan tragis. Sebuah peristiwa longsor yang terjadi begitu cepat telah merenggut nyawa seorang anak. Sementara ibu dan adiknya harus dilarikan ke rumah sakit dengan luka-luka. Kisah pilu ini menjadi pengingat bagi kita semua akan kerapuhan kita di hadapan alam. Di balik kabar ini, tersimpan kesedihan mendalam. Serta dengan perjuangan hidup yang harus di hadapi oleh para korban yang selamat. Kejadian ini juga menyoroti pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan kita. Mari kita bersama-sama mendoakan keluarga yang tertimpa musibah. Dan menyimak lebih lanjut kronologi yang jadi Duka Tasikmalaya.
Mengenai ulasan tentang Duka Tasikmalaya: anak tewas, ibu & adik jadi korban longsor telah di lansir sebelumnya oleh kompas.com.
Lokasi Dan Waktu Kejadian
Lokasi dan waktu kejadian longsor ini tepatnya berada di Kampung Ciburaleng (atau disebut juga Cibulareng). Dan wilayah administratif Desa Cidugaleun, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Serta kawasan ini merupakan daerah perbukitan. Tentunya dengan tebing-tebing tanah yang cukup curam di sekitar permukiman warga. Peristiwa longsor terjadi pada Minggu malam, 3 Agustus 2025. Kemudian juga di perkirakan antara pukul 21.30 hingga 22.00 WIB. Tentunya saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam tanpa henti. Pada saat kejadian, hujan dengan intensitas tinggi memicu pergerakan tanah di tebing setinggi kurang lebih 7 meter. Serta yang berada persis di belakang rumah korban. Material longsor berupa tanah bercampur batu dan puing bangunan runtuh seketika. Dan menerjang dinding rumah dan menimbun sebagian ruangan. Kondisi geografis lokasi yang berada di lereng. Serta yang dekat aliran sungai membuat bencana ini semakin parah.
Duka Tasikmalaya: Anak Tewas, Ibu & Adik Jadi Korban Longsor Yang Menjadi Kesedihan Mendalam
Kemudian juga masih membahas Duka Tasikmalaya: Anak Tewas, Ibu & Adik Jadi Korban Longsor Yang Menjadi Kesedihan Mendalam. Dan fakta lainnya adalah:
Korban Jiwa
Korban jiwa dalam peristiwa longsor di sana ini adalah seorang anak perempuan berusia sekitar 8–10 tahun. Terlebih yang di ketahui bernama NPS atau Nabila Putri. Ia menjadi satu-satunya korban meninggal dunia dalam bencana tersebut. Saat kejadian pada malam Minggu, 3 Agustus 2025. Dan Nabila tengah berada di dalam rumah bersama ibunya dan dua saudara kandungnya. Material longsor berupa tanah, batu, dan runtuhan dinding rumah menimpa bagian ruangan tempat korban berada. Akibatnya, tubuh korban tertimbun sepenuhnya. Serta mengalami luka parah di kepala serta dada. Warga yang mendengar suara longsor. Kemudian dengan teriakan segera berusaha mengevakuasi dengan alat sederhana. Namun ketika korban berhasil di temukan. Kemudian ia sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Nabila di kenal sebagai anak yang ceria, aktif, dan dekat dengan tetangga.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Terutama sang ibu yang juga menjadi korban luka dalam insiden ini. Kemudian jenazah korban langsung di bawa ke rumah duka di Kampung Ciburaleng. Terlebihnya untuk di semayamkan. Lalu di makamkan keesokan harinya di pemakaman keluarga. Serta juga yang tak jauh dari rumahnya. Kematian Nabila menjadi simbol duka dari tragedi longsor ini. Namun juga yang sekaligus peringatan akan tingginya risiko bencana di daerah perbukitan seperti Cigalontang. Terutama bagi keluarga yang rumahnya berada tepat di bawah tebing rawan longsor. Jenazah korban kemudian di evakuasi ke rumah kerabat terdekat untuk di semayamkan. Sementara sang ibu dan dua saudaranya yang mengalami luka-luka di bawa ke RSUD KHZ Musthafa. Tentunya untuk mendapatkan perawatan medis. Keesokan harinya, suasana duka menyelimuti Ciburaleng saat prosesi pemakaman dilaksanakan. Tangis keluarga pecah ketika jenazah di masukkan ke liang lahat.
Tragis! Anak Tewas, Keluarga Jadi Korban Longsor Di Tasik
Selain itu, masih membahas Tragis! Anak Tewas, Keluarga Jadi Korban Longsor Di Tasik. Dan fakta lainnya adalah:
Korban Selamat
Korban selamat dalam peristiwa longsor di sana ini adalah ibu korban bernama Sinta Santiana (32 tahun). Serta dua anaknya yang merupakan kakak dan adik kandung dari korban meninggal dunia, Nabila Putri. Mereka berhasil selamat dari terjangan material longsor. Meski mengalami luka fisik dan trauma mendalam akibat kejadian tersebut. Saat longsor terjadi pada Minggu malam, 3 Agustus 2025. Dan Sinta sedang berada di dalam rumah bersama ketiga anaknya. Hujan deras yang mengguyur sejak sore membuat suasana malam itu sunyi. Serta hanya di iringi suara hujan. Tiba-tiba, terdengar gemuruh keras dari arah belakang rumah yang hanya berjarak beberapa meter dari tebing. Dalam hitungan detik, tanah dan batu dari tebing runtuh. Kemudian yang menghantam dinding rumah bagian belakang. Dan juga menimbun sebagian ruangan. Sinta yang berada di ruang tengah berusaha meraih anak-anaknya.
Namun kekuatan longsor yang tiba-tiba membuat ia terjatuh dan tertimpa puing. Sinta berhasil selamat meski mengalami luka ringan di beberapa bagian tubuhnya. Kemudian di sertai syok yang cukup berat. Tentunya akibat menyaksikan langsung salah satu anaknya tertimbun. Kakak dari Nabila mengalami luka di kepala akibat terkena pecahan dinding. Sedangkan adiknya mengalami luka di kaki akibat terjepit puing dan material tanah. Warga yang datang membantu segera mengevakuasi mereka dari dalam rumah yang sebagian sudah hancur. Ketiganya kemudian di bawa ke RSUD KHZ Musthafa untuk mendapatkan penanganan medis. Luka-luka yang di alami tidak mengancam nyawa. Namun kondisi psikologis mereka sangat terpukul. Terlebih kehilangan anggota keluarga secara tragis. Pihak rumah sakit memberikan perawatan fisik sekaligus pendampingan untuk mengurangi trauma yang di alami. Terutama bagi anak-anak yang masih berada dalam usia sekolah dasar. Sinta, meskipun selamat, harus menghadapi kenyataan kehilangannya.
Tragis! Anak Tewas, Keluarga Jadi Korban Longsor Di Tasik Yang Menyisahkan Kepedihan
Selanjutnya juga masih membahas Tragis! Anak Tewas, Keluarga Jadi Korban Longsor Di Tasik Yang Menyisahkan Kepedihan. Dan fakta lainnya adalah:
Evakuasi Dan Penanganan Medis
Evakuasi dan penanganan medis pada peristiwa longsor di Tasikmalaya yang menewaskan seorang anak serta melukai ibu. Dan dua saudaranya berlangsung dalam situasi yang penuh tantangan. Tentunya akibat kondisi medan yang sulit. Serta cuaca yang masih tidak bersahabat. Kejadian ini terjadi pada Minggu malam, 3 Agustus 2025, di Kampung Ciburaleng, Desa Cidugaleun, Kecamatan Cigalontang. Dan juga di Kabupaten Tasikmalaya. Begitu suara gemuruh longsor terdengar dan warga mengetahui rumah korban tertimpa material tanah. Serta puing bangunan, puluhan tetangga segera datang memberikan pertolongan dengan peralatan seadanya. Contohnya seperti cangkul, sekop, dan ember. Akses menuju rumah korban sangat sempit dan licin akibat hujan deras.
Sehingga kendaraan evakuasi sulit masuk. Proses penyelamatan dilakukan secara manual di bawah penerangan lampu darurat dan senter. Prioritas pertama adalah mencari korban yang masih mungkin bertahan hidup di bawah timbunan. Dua anak dan sang ibu berhasil di evakuasi terlebih dahulu dalam keadaan luka-luka. Lalu segera di bawa keluar dari lokasi longsor untuk mendapatkan pertolongan awal. Setelah korban selamat di evakuasi, warga bersama tim BPBD, TNI, Polri. Dan relawan melanjutkan pencarian terhadap Nabila Putri. Tepatnya ia adalah anak berusia sekitar 8–10 tahun yang tertimbun. Proses pencarian memakan waktu lebih lama. Karena material longsor bercampur dengan puing tembok rumah yang runtuh. Serta membuat penggalian harus dilakukan hati-hati untuk menghindari cedera tambahan pada korban.
Jadi itu dia beberapa fakta mengenai anak tewas, ibu dan adik jadi korban longsor terkait Duka Tasikmalaya.