
Resmi Berhenti Produksi: Akhir Perjalanan Vixion R
Resmi Berhenti Produksi: Akhir Perjalanan Vixion R Yang Pada Masanya Memiliki Kepopuleran Tingkat Tinggi Tentunya. Halo, para pecinta otomotif dan rider sekalian! Apa kabar tunggangan kesayangan anda hari ini? Ada kabar yang cukup menyentuh hati bagi kita yang telah lama mengikuti perkembangan dunia roda dua di tanah air. Dunia motor sport Indonesia baru saja kehilangan salah satu ikon tangguhnya. Setelah bertahun-tahun menemani aspal jalanan. Tentu Yamaha Vixion R kini resmi di nyatakan Resmi Berhenti Produksi. Kabar ini menandai akhir dari perjalanan panjang sebuah nama besar yang pernah menjadi raja di kelas naked bike 150cc. Bagi banyak orang, Vixion R bukan sekadar mesin. Namun melainkan kawan setia dalam perjalanan jauh maupun kemacetan kota. Keputusannya untuk “menyuntik mati” varian ini tentu menyisakan rasa haru sekaligus tanya bagi para penggemar setianya. Mari kita menoleh sejenak ke belakang, mengenang kejayaan teknologi mesin R15 yang di gendongnya.
Mengenai ulasan tentang Resmi Berhenti Produksi: akhir perjalanan Vixion R telah di lansir sebelumnya oleh kompas.com.
Sudah Tidak Di Produksi Lagi Per Akhir Tahun 2025
Hal ini yang menandai berakhirnya perjalanan salah satu motor sport naked andalan Yamaha di Indonesia. Penghentian produksi ini berarti pabrikan tidak lagi merakit atau mendistribusikan unit baru Vixion R dari pabrik. Sehingga model tersebut resmi keluar dari daftar produk aktif Yamaha Indonesia. Istilah “di suntik mati” yang banyak di gunakan merujuk pada kondisi ini, yaitu sebuah produk yang secara resmi di hentikan keberlanjutannya oleh pabrikan. Namun bukan sekadar habis stok sementara. Keputusan ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan merupakan bagian dari penyesuaian strategi Yamaha terhadap kondisi pasar sepeda motor nasional. Dalam tahun terakhir, minat konsumen terhadap motor sport 150–155 cc. Terlebih yang khususnya tipe naked bike, cenderung menurun dan kalah dominan. Jika di bandingkan segmen skutik yang lebih praktis. Kemudian di minati untuk penggunaan harian.
Resmi Berhenti Produksi: Akhir Perjalanan Vixion R Yang Penuh Kisah
Kemudian juga masih membahas Resmi Berhenti Produksi: Akhir Perjalanan Vixion R Yang Penuh Kisah. Dan fakta lainnya adalah:
Sebagai Produk Unggulan Sejak Peluncuran Resminya Pada 2017
Ia sejak peluncuran resminya pada tahun 2017 di posisikan sebagai produk unggulan Yamaha di segmen motor sport naked 150–155 cc. Terlebih yang menawarkan peningkatan signifikan di bandingkan Vixion versi standar. Kehadiran Vixion R saat itu menjadi langkah strategis Yamaha untuk mempertahankan dominasi nama besar “Vixion”. Kemudian yang sudah lebih dulu melekat kuat di pasar motor sport Indonesia. Serta sekaligus menjawab tuntutan konsumen yang menginginkan performa lebih tinggi namun tetap nyaman untuk penggunaan harian. Sebagai produk unggulan, Yamaha Vixion R di bekali mesin 155 cc berteknologi Variable Valve Actuation (VVA). Dan yang sebelumnya lebih identik dengan motor sport fairing Yamaha seperti R15. Mesin ini menjadikan Vixion R unggul dalam hal tenaga dan karakter putaran mesin, terutama pada putaran menengah hingga atas. Sehingga mampu menghadirkan sensasi berkendara yang lebih agresif tanpa mengorbankan efisiensi bahan bakar.
Kombinasi tersebut menjadikan Vixion R sebagai jembatan antara motor sport harian. Kemudian juga dengan motor berorientasi performa. Dari sisi fitur, Vixion R juga tampil lebih modern pada masanya. Penggunaan assist & slipper clutch, desain rangka yang sporty. Serta tampilan yang lebih tajam di bandingkan Vixion standar. Kemudian membuat motor ini sering di anggap sebagai pilihan ideal bagi pengendara yang ingin naik kelas dari motor sport entry-level. Yamaha secara konsisten melakukan penyegaran warna dan grafis untuk menjaga daya tariknya. Dan juga menegaskan bahwa ia memang di perlakukan sebagai model penting dalam portofolio sport Yamaha. Namun seiring berjalannya waktu, perubahan tren pasar mulai memengaruhi eksistensinya. Minat konsumen terhadap motor sport naked perlahan menurun. Sementara model lain seperti MT-15 dan XSR155 di nilai lebih sesuai dengan selera generasi baru.
Kabar Duka Otomotif: Nasib Vixion R Berakhir Di Sini
Selain itu, masih membahas Kabar Duka Otomotif: Nasib Vixion R Berakhir Di Sini. Dan fakta lainnya adalah:
Permintaan Pasar Motor Sport (Khususnya Naked 150-155cc) Menurun
Hal ini menjadi salah satu faktor penting yang melatarbelakangi keputusan Yamaha menghentikan produksi Vixion R. Segmen ini dulunya sangat di minati, terutama pada era kejayaan motor sport 150 cc di Indonesia. Ketika motor berdesain rangka terbuka dengan posisi duduk tegak di anggap ideal untuk penggunaan harian. Serta yang sekaligus tetap menawarkan tampilan sporty. Namun, dalam beberapa tahun terakhir. Kemudian kondisi pasar menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. Perubahan pola kebutuhan dan preferensi konsumen menjadi penyebab utama. Banyak pengguna sepeda motor kini lebih mengutamakan kepraktisan, kenyamanan, dan efisiensi. Terutama untuk mobilitas harian di perkotaan yang padat. Hal ini membuat motor skutik, yang mudah di kendarai tanpa perpindahan gigi dan memiliki ruang penyimpanan, jauh lebih di minati. Jika di bandingkan motor sport naked yang menuntut keterlibatan pengendara lebih besar.
Akibatnya, penjualan motor sport 150–155 cc secara umum mengalami penurunan. Tentunya yang termasuk model-model naked seperti Vixion R. Selain itu, di dalam segmen sport itu sendiri terjadi pergeseran minat. Konsumen yang tetap memilih motor sport cenderung mengarah ke model dengan karakter lebih kuat secara visual dan emosional. Terlebihnya seperti sport fairing atau motor bergaya neo-retro. Kondisi ini membuat naked bike konvensional di kelas 150–155 cc kehilangan daya tariknya. Karena d ianggap berada di tengah-tengah: tidak sepraktis skutik. Akan tetapi juga tidak seatraktif sport fairing atau motor bergaya klasik modern. Faktor persaingan internal juga turut berperan. Di kelas yang sama, Yamaha memiliki beberapa produk dengan basis mesin serupa namun konsep berbeda. Model-model ini menawarkan identitas desain yang lebih jelas dan mengikuti tren global. Sehingga secara tidak langsung menggerus pangsa pasar naked sport konvensional sepertinya.
Kabar Duka Otomotif: Nasib Vixion R Berakhir Di Sini Yang Sempat Jadi Keunggulan Yamaha
Selanjutnya juga masih membahas Kabar Duka Otomotif: Nasib Vixion R Berakhir Di Sini Yang Sempat Jadi Keunggulan Yamaha. Dan fakta lainnya adalah:
Berakhirnya Era Model Sport Naked Legendaris Ini
Hal ini menandai penutupan satu bab penting dalam sejarah motor sport naked di Indonesia. Sejak pertama kali di perkenalkan, nama Vixion telah identik dengan motor sport berdesain naked. Serta yang menggabungkan tampilan agresif, performa mesin yang mumpuni. Dan juga kenyamanan untuk penggunaan harian. Ketika Vixion R hadir sebagai varian berperforma lebih tinggi, model ini semakin mengukuhkan citra Vixion sebagai simbol motor sport modern di kelas menengah. Namun, keputusan Yamaha untuk menghentikan produksinya per akhir tahun 2025. Terlebihnya yang menjadi penanda bahwa era tersebut telah resmi berakhir. Status “di suntik mati” pada Vixion R bukan sekadar soal di hentikannya sebuah produk.
Namun melainkan refleksi dari perubahan besar di pasar sepeda motor. Motor sport naked 150–155 cc yang dahulu menjadi primadona kini harus menghadapi kenyataan bahwa minat konsumen telah bergeser. Kebutuhan mobilitas yang semakin menuntut kepraktisan, kenyamanan, dan efisiensi membuat segmen skutik mendominasi pasar. Sementara motor sport naked perlahan kehilangan pangsa. Dalam kondisi seperti ini, mempertahankan model legendaris sekalipun menjadi semakin sulit secara bisnis. Berakhirnya Vixion R juga menandakan perubahan strategi Yamaha dalam membaca arah tren. Model ini lahir dan berkembang pada masa ketika motor sport. Karena yang masih menjadi simbol gaya hidup dan kebanggaan bagi banyak pengendara. Seiring waktu, selera pasar berubah menuju desain yang lebih spesifik dan berkarakter kuat.
Jadi itu dia beberapa fakta mengenai akhir perjalanan Vixion R yang Resmi Berhenti Produksi.