Site icon BeritaViral24

Tailan & Paraguai: Wajah Baru Ejaan Negara Asing

Tailan & Paraguai: Wajah Baru Ejaan Negara Asing

Tailan & Paraguai: Wajah Baru Ejaan Negara Asing

Tailan & Paraguai: Wajah Baru Ejaan Negara Asing Yang Telah Mengalami Pembaharuan Terbaru Dari KBBI Saat Ini. Halo, Sobat Literasi! Senang sekali bisa kembali menyapa anda dalam ruang diskusi bahasa yang penuh warna hari ini. Pernahkah anda merasa bahwa bahasa adalah sesuatu yang hidup. Dan juga yang terus bernapas mengikuti perkembangan zaman? Kabar terbaru dari dunia kebahasaan kita mungkin akan membuat anda sedikit terkejut sekaligus penasaran. Indonesia secara resmi memperkenalkan Tailan & Paraguai: Wajah Baru Ejaan Negara Asing. Tentunya sebagai bagian dari pemutakhiran standarisasi bahasa nasional. Langkah ini di ambil untuk menyelaraskan penulisan nama negara dengan kaidah fonetik bahasa Indonesia. Sehingga lebih mudah di ucapkan dan di tulis oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa kehilangan maknanya. Mari kita bedah lebih dalam mengapa perubahan ini penting dan bagaimana pengaruhnya terhadap cara kita berkomunikasi secara formal ke depannya.

Mengenai ulasan tentang Tailan & Paraguai: wajah baru ejaan negara asing telah di lansir sebelumnya oleh kompas.com.

Mengacu Pada Kaidah Bahasa Indonesia (PUEBI)

Hal ini merupakan langkah kebahasaan yang bertujuan menyesuaikan penulisan istilah asing dengan sistem bahasa Indonesia yang baku. PUEBI sendiri menjadi pedoman resmi nasional yang mengatur cara penulisan huruf, kata. Serta penyerapan istilah dari bahasa asing agar selaras dengan kaidah fonologi dan morfologi bahasa Indonesia. Oleh karena itu, setiap perubahan ejaan dilakukan melalui kajian linguistik. Namun bukan berdasarkan pertimbangan politis atau diplomatik. Dalam PUEBI, penyerapan istilah asing mengutamakan kesesuaian bunyi dengan cara pengucapan masyarakat Indonesia. Bahasa Indonesia memiliki karakter bunyi yang lebih sederhana. Dan juga hal ini yang tidak mengenal beberapa kombinasi huruf yang lazim dalam bahasa Inggris. Akhiran “-land”. Misalnya, di sesuaikan menjadi “-lan”. Karena lebih mudah di ucapkan dan di tulis oleh penutur Indonesia. Prinsip inilah yang melatarbelakangi penulisan Tailan sebagai bentuk serapan dari Thailand. Terlebihnya tanpa mengubah rujukan terhadap negara yang di maksud.

Tailan & Paraguai: Wajah Baru Ejaan Negara Asing Yang Update Dari KBBI

Kemudian juga masih membahas Tailan & Paraguai: Wajah Baru Ejaan Negara Asing Yang Update Dari KBBI. Dan fakta menarik lainnya adalah:

Bukan Mengubah Nama Resmi Negara

Tentu hal ini sebagai kebijakan kebahasaan yang tidak mengubah nama resmi negara tersebut. Perubahan ini semata-mata berlaku dalam konteks penggunaan bahasa Indonesia. Terlebih  khususnya pada penulisan yang mengacu pada kaidah baku seperti PUEBI. Dan sama sekali tidak berkaitan dengan pengakuan kedaulatan, identitas nasional. Maupun hubungan diplomatik antarnegara. Nama resmi sebuah negara tetap mengacu pada penetapan internasional dan pengakuan global yang di gunakan dalam forum dunia. Kemudian juga perjanjian internasional, serta hubungan diplomatik. Indonesia tetap mengakui. Dan menggunakan nama resmi Kingdom of Thailand dan Republic of Paraguay dalam konteks internasional. Dengan demikian, penggunaan ejaan keduanya tidak menggantikan atau meniadakan nama negara tersebut di tingkat global. Namun melainkan hanya menjadi bentuk penyesuaian linguistik dalam bahasa Indonesia.

Dalam praktiknya, penyesuaian semacam ini sudah lama dilakukan dan menjadi hal yang lazim dalam bahasa Indonesia. Banyak nama negara yang penulisannya berbeda dari nama aslinya atau nama dalam bahasa Inggris. Namun tetap merujuk pada negara yang sama. Perbedaan ejaan ini tidak pernah menimbulkan persoalan diplomatik. Karena di pahami sebagai bagian dari karakter dan kemandirian bahasa nasional masing-masing negara. Indonesia, melalui kebijakan ini, hanya menegaskan hak bahasa Indonesia untuk memiliki sistem penulisan sendiri. Selain itu, kebijakan ini juga tidak memengaruhi penggunaan nama negara dalam dokumen resmi internasional. Tentunya seperti paspor, visa, nota diplomatik, atau perjanjian antarnegara. Dalam dokumen-dokumen tersebut, Indonesia tetap mengikuti standar internasional yang berlaku. Ejaan baku versi bahasa Indonesia lebih banyak di gunakan dalam ranah domestik. Tentunya seperti buku pelajaran, media massa berbahasa Indonesia, karya ilmiah. Dan juga dokumen administrasi nasional. Dengan demikian, di upaya memperjelas fungsi bahasa Indonesia.

Bukan Lagi Thailand, Inilah Aturan Ejaan Nama Negara Terbaru

Selain itu, masih membahas Bukan Lagi Thailand, Inilah Aturan Ejaan Nama Negara Terbaru. Dan fakta menarik lainnya adalah:

“Paraguai” Lebih Sesuai Dengan Pelafalan Lokal

Penulisan “Paraguai” di nilai lebih sesuai dengan pelafalan lokal karena mengikuti kebiasaan fonetik. Dan pola pengucapan yang telah lama hidup dalam masyarakat Indonesia. Dalam praktik sehari-hari, sebagian besar penutur bahasa Indonesia melafalkan Paraguay dengan bunyi akhir “-i”, bukan “-y”. Terlebihnya seperti dalam bahasa Inggris. Realitas pelafalan inilah yang kemudian di jadikan dasar dalam penyesuaian ejaan. Tentunya agar tulisan mencerminkan cara ucap yang sebenarnya di gunakan oleh masyarakat. Bahasa Indonesia memiliki sistem bunyi yang relatif sederhana dan konsisten. Terlebihnya di mana setiap huruf umumnya mewakili satu bunyi. Huruf “y” di posisi akhir kata asing seringkali tidak di baca sebagai bunyi konsonan. Namun melainkan terdengar sebagai vokal “i”. Oleh sebab itu, penulisan Paraguai di anggap lebih logis dan mudah di pahami. Karena secara langsung merepresentasikan bunyi yang di ucapka. Terlebihnya  tanpa menimbulkan keraguan dalam membaca.

Penyesuaian ini juga sejalan dengan kaidah penyerapan kata asing dalam bahasa Indonesia yang di atur dalam PUEBI. Dalam pedoman tersebut, unsur serapan di anjurkan untuk disesuaikan dengan sistem ejaan bahasa Indonesia. Baik dari segi huruf maupun bunyi. Dengan mengganti akhiran “-ay” menjadi “-ai”, ejaan Paraguai menjadi lebih selaras dengan pola penulisan bahasa Indonesia yang sudah di kenal luas oleh penutur. Selain aspek fonetik, penggunaan Paraguai juga bertujuan menciptakan konsistensi dengan kosakata serapan lain yang telah lebih dahulu di bakukan. Banyak kata dan nama asing dalam bahasa Indonesia mengalami perubahan serupa. Tentunya di mana ejaan di sederhanakan agar tidak bergantung pada aturan bahasa asalnya. Konsistensi ini penting agar pembaca, khususnya pelajar dan masyarakat umum. Dan tidak mengalami kebingungan dalam membaca dan menulis nama negara asing.

Bukan Lagi Thailand, Inilah Aturan Ejaan Nama Negara Terbaru Yang Kini Di Perbaharui

Selanjutnya juga masih membahas Bukan Lagi Thailand, Inilah Aturan Ejaan Nama Negara Terbaru Yang Kini Di Perbaharui. Dan fakta menarik lainnya adalah:

Mengikuti Tradisi Penyerapan Bahasa

Tentu kebijakan ini pada dasarnya mengikuti tradisi penyerapan bahasa yang telah lama melekat dalam perkembangan bahasa Indonesia. Sejak awal pertumbuhannya, bahasa Indonesia di kenal sebagai bahasa yang terbuka. Dan adaptif terhadap pengaruh bahasa asing, baik dari bahasa daerah, bahasa Sanskerta, Arab, Belanda, maupun Inggris. Penyerapan ini dilakukan dengan prinsip penyesuaian. Namun bukan penyalinan secara mentah. Dalam tradisi kebahasaan Indonesia, istilah asing yang masuk akan di sesuaikan dengan sistem bunyi, ejaan, dan struktur bahasa Indonesia. Tentunya agar mudah di ucapkan dan dipahami oleh penuturnya. Hal ini terlihat jelas pada banyak nama negara yang sejak lama tidak menggunakan ejaan aslinya. Terlebihnya seperti Jerman untuk Germany, Belanda untuk Netherlands, Mesir untuk Egypt, dan Filipina untuk Philippines.

Perbedaan ejaan tersebut tidak pernah menjadi persoalan. Karena telah di terima sebagai bagian dari kosakata baku bahasa Indonesia. Perubahan menjadi Tailan dan Paraguai berada dalam koridor tradisi yang sama. Bahasa Indonesia tidak mempertahankan bentuk asli nama asing. Namun melainkan mengolahnya agar sesuai dengan kaidah lokal. Akhiran, huruf, dan bunyi yang di anggap kurang lazim di sederhanakan. Sehingga penulisan menjadi lebih konsisten dengan pola bahasa Indonesia. Tradisi ini bertujuan memperkuat fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yang mandiri dan memiliki sistem sendiri. Selain itu, mengikuti tradisi penyerapan bahasa juga berperan penting dalam dunia pendidikan dan literasi. Dengan ejaan yang di sesuaikan, pelajar tidak harus memahami kaidah bahasa asing hanya untuk membaca atau menulis nama negara.

Jadi itu dia beberapa fakta menarik dari wajah baru ejaan negara asing yaitu Tailan & Paraguai.

Exit mobile version