Site icon BeritaViral24

Francesco Bagnaia, Perjalanan Karier dan Prestasinya di MotoGP

Pecco Bagnaia

Francesco Bagnaia, Perjalanan Karier dan Prestasinya di MotoGP

Francesco Bagnaia Atau Yang Lebih Di Kenal Dengan Nama Pecco Bagnaia Merupakan Salah Satu Pebalap Italia Yang Memiliki Perjalanan Panjang Di Ajang Motogp. Pebalap bernomor 63 ini di kenal sebagai bagian penting dari kebangkitan Ducati di kelas premier dan berhasil meraih dua gelar juara dunia MotoGP.

Bagnaia menjadi juara dunia MotoGP untuk pertama kalinya pada 2022. Prestasi tersebut menjadi momen penting bagi Ducati karena gelar tersebut mengakhiri penantian pabrikan asal Italia itu selama 15 tahun sejak Casey Stoner menjadi juara dunia pada 2007. Dua tahun kemudian, Bagnaia kembali menjadi juara dunia pada 2023.

Mengawali Karier dari Moto3

Sebelum menjadi pebalap papan atas MotoGP, Bagnaia lebih dahulu berkompetisi di kelas junior. Ia kemudian naik ke Moto2 dan menunjukkan perkembangan yang membuatnya mendapat kesempatan tampil di kelas premier.

Bagnaia bergabung dengan Ducati pada 2019 sebagai pebalap MotoGP. Seiring berjalannya waktu, ia berkembang menjadi salah satu pebalap utama pabrikan tersebut.

Perjalanan bersama Ducati berlangsung selama delapan musim. Dari periode tersebut, enam musim di jalani Bagnaia bersama tim pabrikan Ducati Lenovo Team. Kerja sama tersebut kemudian menghasilkan sejumlah pencapaian penting bagi kedua pihak.

Francesco Bagnaia Dua Kali Juara Dunia MotoGP

Gelar juara dunia 2022 menjadi pencapaian terbesar pertama Bagnaia di kelas MotoGP. Salah satu hal yang membuat musim tersebut berkesan adalah kemampuannya mengejar ketertinggalan poin yang sangat besar.

Pada musim itu, Bagnaia sempat tertinggal 91 poin dari Fabio Quartararo. Namun, ia mampu membalikkan keadaan hingga akhirnya merebut gelar juara dunia.

Bagnaia kemudian mempertahankan gelarnya pada 2023. Kesuksesan tersebut membuatnya menjadi salah satu pebalap Ducati paling sukses dalam sejarah MotoGP modern.

Hingga pertengahan 2026, Ducati mencatat Bagnaia telah mengoleksi 31 kemenangan, 62 podium, dan 28 pole position bersama Desmosedici GP. Ducati menyebut kombinasi Bagnaia dan Desmosedici GP sebagai pasangan paling sukses dalam sejarah MotoGP mereka.

Perjalanan yang Tidak Selalu Mudah

Meski memiliki prestasi besar, perjalanan Bagnaia di MotoGP tidak selalu berjalan mulus. Ia juga menghadapi berbagai kecelakaan, masalah teknis, serta persaingan ketat dengan pebalap lain.

Pada MotoGP 2026, performa Bagnaia menjadi salah satu perhatian. Di Grand Prix San Marino, misalnya, ia gagal finis setelah terjatuh pada Lap 6 di Tikungan 2. Hasil tersebut membuat posisinya dalam klasemen sementara turun ke peringkat kesembilan setelah seri Misano.

Situasi tersebut terjadi di tengah musim yang juga menjadi periode penting dalam kariernya karena Bagnaia telah di pastikan akan meninggalkan Ducati pada akhir musim 2026.

Bagnaia Tinggalkan Ducati Akhir 2026

Pada Juni 2026, Ducati secara resmi mengumumkan bahwa Bagnaia dan tim pabrikan akan berpisah setelah musim ini berakhir. Grand Prix Valencia akan menjadi balapan terakhir Bagnaia bersama Ducati Lenovo Team.

Setelah itu, Bagnaia akan memasuki babak baru dalam kariernya. MotoGP mengonfirmasi bahwa ia akan bergabung dengan Aprilia untuk musim 2027 dan menjadi rekan setim Marco Bezzecchi.

Menatap Babak Baru

Perpindahan tim tersebut menjadi salah satu perubahan besar dalam perjalanan karier Bagnaia. Setelah delapan musim bersama Ducati dan meraih dua gelar juara dunia, ia akan menghadapi tantangan baru bersama Aprilia.

Namun, sebelum memulai era tersebut, Bagnaia masih harus menyelesaikan musim 2026 bersama Ducati. Dengan pengalaman dan prestasi yang telah di milikinya, perjalanan Pecco Bagnaia masih menjadi salah satu cerita menarik untuk di ikuti dalam persaingan MotoGP. Perjalanannhya di dunia MotoGP masih sangat panjang, dan menjadi harapan untuk MotoGP internasional nantinya. Sehingga ia harus tetap fokus dalam latihan dan balapan di dunia MotoGP.

Exit mobile version