Site icon BeritaViral24

Bukit Klangon Jadi Arena Balap Downhill & Cross Country

Bukit Klangon Jadi Arena Balap Downhill & Cross Country

Bukit Klangon Jadi Arena Balap Downhill & Cross Country

Bukit Klangon Jadi Arena Balap Downhill & Cross Country Yang Akan Menjadi Saksi Bisu Dalam Pertandingan Elite Tersebut. Halo para pecinta adrenalin dan kecepatan! Siapkan diri kalian untuk menyaksikan pertarungan epik di atas lintasan yang menantang! Tentu Bukit Klangon di Yogyakarta, yang selama ini di kenal dengan pesona keindahan lereng Merapinya. Namun kini akan berganti wajah menjadi arena pertempuran para pebalap sepeda elite. Di sinilah para atlet terbaik dari disiplin downhill dan cross-country akan beradu nyali dan strategi. Mereka tidak hanya akan melawan lawan. Akan tetapi juga menghadapi medan yang ekstrem, tikungan tajam. Serta turunan curam yang menguji batas kemampuan. Setiap kayuhan, setiap manuver. Ia bukan hanya akan menjadi saksi bisu. Namun melainkan juga panggung megah bagi lahirnya juara-juara baru. Jangan sampai terlewatkan!

Mengenai ulasan tentang Bukit Klangon jadi arena balap Downhill & Cross Country telah di lansir sebelumnya oleh kompas.com.

Dua Event Di Gelar Bersamaan Di Satu Venue

Tentu tempat ini di pilih sebagai lokasi untuk menyelenggarakan secara bersamaan dua kejuaraan sepeda gunung yang berbeda disiplin. Terlebihnya dengan debut 76 Indonesian Cross-country 2025 (IXC). Dan putaran kedua 76 Indonesian Downhill 2025 (IDH). IXC di jadwalkan lebih dulu pada 7–9 Agustus 2025. Sedangkan Downhill berlangsung pada 8–10 Agustus 2025. Sehingga ada tumpang tindih dua hari tetapi masing-masing menggunakan lintasan yang terpisah. Agar karakter teknis dan kebutuhan kompetisi tidak bercampur. Penyelenggara, 76Rider di wakili oleh Agnes Wuisan. Kemudian juga menyatakan bahwa penambahan kategori cross-country adalah bentuk inovasi. Tentunya untuk menanggapi meningkatnya antusiasme di luar downhill. Sementara Aditya Nugraha selaku Event Director menyebut Bukit Klangon di pilih karena kemampuannya mengakomodasi kedua disiplin tersebut. Serta dalam satu kompleks dengan kualitas tinggi. Untuk seri downhill, sekitar 85% dari lintasan di perbaiki. Kemudian juga yang di desain ulang agar menjadi “less pedalling, more flowy,” memberikan tantangan.

Bukit Klangon Jadi Arena Balap Downhill & Cross Country Yang Bakal Menghebohkan

Kemudian juga masih membahas Bukit Klangon Jadi Arena Balap Downhill & Cross Country Yang Bakal Menghebohkan. Dan fakta lainnya adalah:

Jadwalnya

Tentu tempat di Yogyakarta ini di pilih menjadi panggung bergabungnya dua kejuaraan sepeda gunung berbeda disiplin. Kemudian juga dengan debut 76 Indonesian Cross-country (IXC) 2025. Dan juga putaran kedua 76 Indonesian Downhill 2025. Dalam penjadwalan resminya, IXC berlangsung lebih dahulu pada 7–9 Agustus 2025. Sementara Downhill berjalan 8–10 Agustus 2025. Sehingga terjadi tumpang tindih dua hari (8–9 Agustus) di satu kompleks. Akan tetapi masing-masing menggunakan lintasan yang terpisah agar format dan karakter teknisnya tetap terjaga. Pada hari pertama, 7 Agustus, fokus berada pada cross-country. Namun hal ini juga biasanya mencakup registrasi final. Serta dengan sesi latihan atau recce. Kemudian juga dengan awal kompetisi. Sedangkan downhill belum di mulai. Pada 8 dan 9 Agustus kedua disiplin aktif bersamaan. Dan cross-country masih melanjutkan perlombaan atau penentuan posisi. Sementara downhill memulai rangkaiannya. Terlebih hal ini yang termasuk latihan, kualifikasi, dan race utama.

Tentunya juga dengan pengaturan jadwal. Kemudian juga zona yang di sesuaikan supaya tidak saling mengganggu secara operasional. Hari penutup jatuh pada 10 Agustus 2025, ketika seri kedua downhill memasuki puncak kompetisi. Serta dengan penetapan pemenang. Karena overlap ini, penonton dan tim harus mengatur perpindahan. Ataupun memilih melalui streaming untuk mengikuti kedua disiplin. Sedangkan penyelenggara memanfaatkan satu lokasi untuk infrastruktur bersama. Contohnya seperti akreditasi, medis. Dan juga media sambil tetap menjaga lintasan terpisah. Namun untuk jadwal detail per sesi (jam heat, final, upacara, dsb.). Tepatnya belum di publikasikan secara lengkap di sumber umum. Sehingga peserta dan penonton di sarankan memantau pengumuman resmi 76Rider. Atau dengan kanal event menjelang hari-H untuk penyesuaian terakhir. Secara keseluruhan, penyelenggaraan bersamaan 76 Indonesian Cross-country. Dan Indonesian Downhill di Bukit Klangon di rancang untuk menggabungkan inovasi, peningkatan teknis. Kemudian juga efisiensi penyelenggaraan.

Saksi Persaingan Sengit: Bukit Klangon Yogya Jadi Arena Balap Downhill

Selain itu, masih membahas Saksi Persaingan Sengit: Bukit Klangon Yogya Jadi Arena Balap Downhill. Dan fakta lainnya adalah:

Penyelenggara Dan Motif Inovasi

Penyelenggara kedua event di Bukit Klangon adalah 76Rider. Terlebihnya dengan Agnes Wuisan sebagai salah satu juru bicara yang menyampaikan motif di balik pengembangan. Dan juga penggabungan kedua disiplin tersebut. Menurut Agnes, di bukanya 76 Indonesian Cross-country (IXC) 2025 merupakan bentuk inovasi. Serta bukti keseriusan 76Rider. Tentunya untuk menjawab meningkatnya antusiasme pebalap sepeda gunung di luar kategori downhill. Penambahan cross-country di maksudkan sebagai wadah prestasi baru bagi komunitas yang tumbuh itu. Namun sekaligus memperluas ekosistem balap sepeda gunung di Indonesia dengan menghadirkan kompetisi yang berbeda karakter. Dan tidak hanya kecepatan teknis menuruni bukit. Akan tetapi juga ketahanan dan strategi di lintasan XC. Harapannya, penyelenggaraan bersamaan IXC. Kemudian juga dengan seri kedua Indonesian Downhill di satu lokasi bisa memenuhi ambisi para pecinta olahraga ekstrem dari berbagai disiplin.

Dari sisi operasional dan pemilihan lokasi, Event Director Aditya Nugraha. Dan ia menjelaskan bahwa Bukit Klangon di pilih karena kualitasnya sebagai salah satu venue. Serta track terbaik yang mampu mengakomodasi berbagai kategori sepeda gunung secara bersamaan. Terlebihnya dengan lintasan terpisah untuk menjaga integritas masing-masing disiplin. Untuk menjadikan seri downhill di Klangon lebih atraktif dan menantang. Kemudian penyelenggara melakukan track improvement signifikan. Dan sekitar 85% dari existing track di desain ulang menjadi “less pedalling, more flowy,”. Sehingga rider bisa lebih efisien, mendapatkan aliran (flow) yang lebih baik. Dan tontonan menjadi lebih seru. Upaya ini menunjukkan inovasi teknis dalam penyajian downhill. Namun bukan sekadar replikasi dari seri sebelumnya. Selain itu, penggabungan dua event yang secara format berbeda. Akan tetapi di gelar beriringan juga mencerminkan strategi 76Rider untuk cross-promotion dan efisiensi: mengelola satu lokasi dengan infrastruktur bersama memberi pengalaman.

Saksi Persaingan Sengit: Bukit Klangon Yogya Jadi Arena Balap Downhill Di Pertandingan Elite Ini

Selanjutnya juga masih membahas Saksi Persaingan Sengit: Bukit Klangon Yogya Jadi Arena Balap Downhill Di Pertandingan Elite Ini. Dan fakta lainnya adalah:

Alasan Pemilihan Lokasi Tersebut

Pemilihannya, sebagai lokasi penyelenggaraan 76 Indonesian Cross-country (IXC) 2025. Dan juga putaran kedua 76 Indonesian Downhill (IDH) 2025. Terlebih yang di dasarkan pada kombinasi faktor teknis, strategis. Serta pengalaman venue tersebut dalam menggelar event sepeda gunung. Event Director Aditya Nugraha menjelaskan bahwa Bukit Klangon. Dan ia merupakan salah satu venue dan track terbaik di Indonesia yang mampu mengakomodasi dua disiplin sekaligus. Tentunya yaitu downhill dan cross-country, dalam satu kawasan. Keunggulan ini terletak pada kondisi alamnya yang mendukung. Karena dengan topografi lereng Merapi menawarkan jalur menurun tajam, variasi medan alami. Serta ruang yang cukup untuk memisahkan lintasan downhill yang teknis.

Karena dari sirkuit cross-country yang membutuhkan rute berlapis dan berkelok. Dari sisi downhill, Klangon memiliki lintasan yang selama ini menjadi favorit pebalap. Karena tantangan teknisnya dan kualitas flow. Untuk seri kedua IDH di Klangon, penyelenggara melakukan perbaikan besar. Namun sekitar 85% dari lintasan di perbarui. Terlebihnya untuk menciptakan karakter “less pedalling, more flowy,”. Dan yang membuat rider lebih fokus pada kecepatan dan teknik ketimbang mengayuh berlebihan. Perubahan ini juga di rancang untuk meningkatkan daya tarik tontonan bagi penonton. Karena dapat langsung maupun melalui streaming. Bagi cross-country, Klangon menawarkan medan yang cukup bervariasi. Tepatnya untuk membentuk sirkuit sesuai standar Union Cycliste Internationale (UCI) kategori Class 2 (C2).

Jadi itu dia fakta arena balap Downhill dan Cross Country di Bukit Klangon.

 

Exit mobile version